Selasa, 01 Februari 2011

Kucing Yang Lucu

Setiap hari aku pulang sekolah dan mengererjakan PR ketika sampai dirumah,begitu pula dengan pembantuku.Sampai dengan suatu hari,terdengar suara yang mencurigakan di depan rumah.aku pun menanyakannya kepada pembantuku.”mbak,suara apa itu?apa kau mendengarnya?”
“aku tak mendengar suara apapun,mungkin hanya perasaanmu saja.”kata mbak.
Aku pun semakin penasaran dengan suara tersebut,akhirnya aku memutuskan untuk mencari sumber dari suara tersebut.

Aku mencarinya dan sepertinya suara tersebut berasal dari depan rumah,lalu aku pun membuka pintu ruang tamu rumah. Aku pun melihat keluar dan tetap berusaha untuk mencari. Ketika sampai di depan pintu gerbang,aku pun melihat seekor anak kucing yang merintih kesakitan karena kakinya terjepit oleh gerbang rumahku.
Tanpa pikir panjang,aku pun langsung memanggil pembantuku.”mbak!mbak!ada seekor anak kucing terjepit, cepat kemari.”Lalu pembantuku pun datang, kami bingung untuk melepaskan kakinya, ketika gerbangnya kami geser kucing tersebut semakin merintih. Akhirnya kami berusaha mengangkat gerbang tersebut dan melepaskan kecing tersebut. Ketika kucing itu lepas, kami melihat kakinya yang terluka. Kucing tersebut pun jalan dengan pincang dan meninggalakan kami.”mbak,bagaimana ini??bagaimana kalau kita merawatnya sampai sembuh,aku merasa kasihan melihatnya”tanyaku ke pembantuku. “Terserah kamu saja, mbak juga merasa kasihan melihatnya. YaSudah, tangkap anak kucing itu lalu bawa kemari.”kata pembantuku. Aku pun menangkap kucing itu lalu membawanya.”Ini anak kucingnya, lalu mau di letakkan dimana ini??” tanyaku ke mbak. Mbak langsung masuk kedalam rumah dan mencari sebuah kandang untuk anak kucing tersebut dan membawanya lagi keluar.

“Nah, letakkan anak kucing itu di dalam sini.” kata mbak. Aku pun meletakkan anak kucing itu ke dalam kandangnya. ”Tunggu disini sebentar.” kata mbak. Aku pun bingung dan bertanya - tanya apa yang akan dia lakukan. Tak lama kemudian dia pun keluar dan membawa sesuatu di tangannya. ”Apa itu yang ada di tanganmu??” tanyaku ke mbak. ”Ohh, ini hanya ikan, aku ingin memberinya makan.” kata mbak. Dia pun langsung memberikan ikan itu kepada anak kucing itu.

Keesokan harinya aku juga memberikan kucing itu makan karena kakakku pulang dari pasar sangat lama. Lalu aku mengeluarkan kucing itu dari kandangnya dan bermain bersamanya. Aku sangat senang melihat kucing itu. Hari demi hari keadaan  kucing itu pun membaik, dia tidak separah pertama kali kami menolongnya dari gerbang rumah. 
Setiap sore aku dan mbak menghabiskan waktu kami bersama kucing tersebut. Hari demi hari kami lewati sampai satu tahun lebih lamanya. Kucing yang dahulu kecil pun sudah besar. Kandangnya pun sudah tidak muat lagi untuk dimasukinya.Jadi,kami melepaskannya dari kandang dan membirkannya bermain di luar kandangnya yang sempit itu. Kucing itu terlihat sangat senang karena tidak di letakkan di kandang lagi. Aku dan mbak pun terus merawat kucing itu.

Tetapi tiba suatu hari, kucing itu tak ada di rumah kami. ”Ehh,dimana kucing itu??aku tak melihatnya dari tadi.” tanya mbak kapadaku. ”Aku juga tidak tau, dari pulang sekolah tadi aku tak melihatnya.” jawabku. Kami pun menunggunya sampai malam, tetapi kucing itu tidak kembali ke rumah kami. Hari ke hari dan minggu ke minggu kucing itu tak pernah kembali. Aku dan kakakku pun sangat sedih karena kami merawatnya sudah sangat lama. Kucing itu tidak pernah kembali lagi hingga sekarang dan kami tidak pernah melihatnya kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar